Friday, July 19, 2013

Membersihkan Motherboard dengan Thinner

Sebenarnya sudah lama saya praktekkan sewaktu notebook saya dibongkar gara-gara ketumpahan rawon. Tapi Alhamdulillah saat ini laptop yang ketumpahan air rawon sudah berfungsi kembali, ya memang sempat mati suri beberapa minggu. Kebetulan saya punya kenalan yang mengerti masalah elektronik dan setelah ditangani sama dia akhirnya bisa berfungsi kembali, katanya sih triggernya rusak jadi harus diganti. Ya memang ada beberapa komponen yang tidak berfungsi normal, seperti ada beberapa tombol keyboard yang tidak berfungsi, port usb yang tidak berfungsi, dan port headset juga tidak berfungsi. Hmm... ya sudahlah saya pikir, yang penting masih bisa bernafas ni laptop. Alhamdulillah...

Kembali lagi ke topik kita kali ini, waktu itu ketika laptop ketumpahan air langkah yang saya ambil adalah tidak menyalakan laptop sebelum laptop benar-benar sudah bersih dan kering, maka dari itu setelah laptop sudah dibongkar saya coba bersihkan dengan thinner, saya rendam kurang lebih 10 menit sambil dibersihkan menggunakan koas barangkali ada sisa-sisa air rawon yang menempel di motherboard laptop. Untuk lebih jelasnya bisa lihat di gambar berikut ini.


Friday, July 12, 2013

Beberapa hadits lemah dan palsu seputar Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dan mulia, sungguh banyak kemuliaan pada bulan Ramadhan yang telah dijelaskan Rasulullah SAW dalam beberapa hadits mengenai Ramadhan.

Tapi yang ingin saya bagi kali ini mengenai beberapa hadits yang lemah dan palsu seputar Ramadhan yang saya kutip dari situs http://www.muslim.co.id/
Langsung saja berikut penjelasannya.


Islam adalah agama yang ilmiah. Setiap amalan, keyakinan, atau ajaran yang disandarkan kepada Islam harus memiliki dasar dari Al Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang otentik. Dengan ini, Islam tidak memberi celah kepada orang-orang yang beritikad buruk untuk menyusupkan pemikiran-pemikiran atau ajaran lain ke dalam ajaran Islam.
Karena pentingnya hal ini, tidak heran apabila Abdullah bin Mubarak rahimahullah mengatakan perkataan yang terkenal:

الإسناد من الدين، ولولا الإسناد؛ لقال من شاء ما شاء
“Sanad adalah bagian dari agama. Jika tidak ada sanad, maka orang akan berkata semaunya.” (Lihat dalam Muqaddimah Shahih Muslim, Juz I, halaman 12)

Dengan adanya sanad, suatu perkataan tentang ajaran Islam dapat ditelusuri asal-muasalnya.

Oleh karena itu, penting sekali bagi umat muslim untuk memilah hadits-hadits, antara yang shahih dan yang dhaif, agar diketahui amalan mana yang seharusnya diamalkan karena memang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam serta amalan mana yang tidak perlu dihiraukan karena tidak pernah diajarkan oleh beliau.
Berkaitan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, akan kami sampaikan beberapa hadits lemah dan palsu mengenai puasa yang banyak tersebar di masyarakat. Untuk memudahkan pembaca, kami tidak menjelaskan sisi kelemahan hadits, namun hanya akan menyebutkan kesimpulan para pakar hadits yang menelitinya. Pembaca yang ingin menelusuri sisi kelemahan hadits, dapat merujuk pada kitab para ulama yang bersangkutan.

Wednesday, July 10, 2013

Selamat datang bulan Ramadhan 1434 Hijriah

Sumber gambar : http://azimatulhusna.blogspot.com/

Baru saja setelah saya posting artikel ini, setelah sholat dzuhur di masjid saya mengikuti ceramah yang bertema bulan Ramadhan, menurut pendapat ustadz mengenai istilah menyambut bulan Ramadhan seharusnya bukan kita yang menyambut bulan Ramadhan, tapi kitalah yang disambut bulan Ramadhan.  

Logikanya sebagai tamu itu kan nggak mungkin tinggal lebih lama dari tuan rumahnya. Sebagaimana Anda ketahui batas umur manusia hanyalah beberapa puluh tahun saja.  Jadi menurut ustadz manusia itu sebagai tamu dan bulan Ramadhan sebagai tuan rumahnya, jadi kitalah yang disambut oleh bulan Ramadhan. Karena kita suatu saat akan wafat, sedangkan bulan Ramadhan masih tetap ada ketika kita sudah meninggal.

Dan ketika kita memasuki bulan Ramadhan, kita diharuskan menjaga ucapan, sikap perilaku, penglihatan, pendengaran dan menahan diri dari segala godaan hawa nafsu kita serta menghindari perbuatan-perbuatan yang negatif dan tercela. Di dalam bulan Ramadhan kita juga dianjurkan membekali diri kita dalam menuju pintu syurganya Allah SWT. Sama seperti tamu yang harus menjaga sopan santun di dalam kediaman tuan rumah. Seperti itulah yang saya tangkap dari ceramah setelah sholat dzuhur tadi. (Maksudnya disini adalah segala amal dan perbuatan baik bukan harus dikerjakan selama bulan Ramadhan saja, memang sudah kewajiban kita sebagai manusia yang beragama menjalankan segala perintah kewajiban dan menjauhi segala larangan Allah SWT, termasuk di dalamnya adalah berbuat baik kepada sesama manusia, lingkungan, hewan, tumbuhan dan alam semesta).