Saturday, July 12, 2014

Sudahkah Mendirikan Shalat

 Berjihad Dengan Menebar Cahaya Ilmu
Diambil dari Buletin Jum'at Al-Jihad Edisi : 348/04/1435/2014






Definisi Shalat
Shalat secara etimologi bermakna doa, sedangkan ditinjau dari terminologi sya'riat bermakna suatu peribadatan kepada Allah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan tertentu, diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. (Taisirul 'Allam 1/104)

Kapan Disyari'atkan Shalat?
Shalat lima waktu disyari'atkan pada peristiwa Isra' dan Mi'raj Rasulullah shallallahu akaihi wasallam,. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dan Muslim dari sahabar Anas bin Malik, bahwasanya suatu malam ketika Beliau shallallahu alaihi wasallam, sedang berada di rumah Ummu Hani' di Makkah turunlah Malaikat Jibril alaihissalam, atas perintah Allah dengan tugas membawa Beliau shallallahi alaihi wasallam, naik kelangit menghadap Allah guna menerima perintah shalat.

Maka didatangkanlah dihadapan Beliau seekor Buraq-lebih besar dari keledai tapi lebih kecil dari bighal (peranakan kuda dengan keledai)-yang langkah kakinya sejauh mata memandang. Kemudian Malaikat Jibril alaihissalam membawa naik ke langit ketujuh. Setiap kali melewati lapisan langit Rasulullah bertemu dengan para rasul dan nabi. Sampai akhirnya Beliau tiba di Sidratul Muntaha yang tidak ada satu makhlukpun yang dapat menjelaskan keindahannya. Di tempat inilah Beliau menerima perintah shalat lima waktu.

Demikian juga kisah Isra' dan Mi'raj dapat kita jumpai dalam Al-Qur'an. Allah berfirman tentang Isra':
"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar Lagi Maha Melihat." (QS. Al Isra':1)

Dan tentang mi'raj:
"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha, di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatan (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS. An Najm:13-18)

Kenapa dinamakan Sidratul Muntaha? Asy Syaikh As Sa'dy di dalam Taisirul Karimir Rahman hal. 819 menjelaskan: "Ia adalah pohon yang sangat besar sekali, dinamakan Sidratul Muntaha karena kepadanyalah berhenti semua urusan yang naik dari bumi dan tempat turunnya apa-apa yang diturunkan oleh Allah baik wahyu ataupun yang lainnya. Atau batas terakhir dari apa yang bisa diketahui oelh makhluk, karena letaknya yang tinggi di atas langit dan bumi. Wallahu a'lam".

Kewajiban Mendirikan Shalat